Enter your keyword

post

Peluang Mahasiswa Bahasa Indonesia: Merebut Kursi di Era Globalisasi

Peluang Mahasiswa Bahasa Indonesia: Merebut Kursi di Era Globalisasi

 

Jika kalian melihat kenyataan di lapangan, secara jujur harus diakui, bahasa Indonesia belum difungsikan secara baik dan benar. Para penuturnya masih dihinggapi sikap inferior (rendah diri) sehingga merasa lebih modern, terhormat, dan terpelajar jika dalam peristiwa tutur sehari-hari, baik dalam ragam lisan maupun tulis, menyelipkan setumpuk istilah asing, padahal sudah ada padanannya dalam bahasa Indonesia.

 

Anjuran untuk menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar seolah-olah hanya bersifat sloganistis, tanpa tindakan nyata dari penuturnya (Sawali Tuhusetya, 2007).

 

Melihat persoalan di atas, tidak ada kata lain, kecuali menegaskan kembali pentingnya pemakaian bahasa Indonesia dengan kaidah yang baik dan benar. Hal ini (disamping dapat dimulai dari diri sendiri) perlu didukung oleh pembelajaran bahasa Indonesia di sekolah. Pembelajaran bahasa Indonesia tidak akan terlepas dari belajar membaca, menulis, menyimak, berbicara, yang merupakan empat kemampuan berbahasa, dan ditambah satu lagi dengan kemampuan bersastra. Jika pendidikan bahasa Indonesia sudah dilakukan secara mendalam. Maksudnya, para kaum intelektual yang mempelajari bahasa sudah menghargai kaidah-kaidah bahasa itu sendiri. Maka kehawatiran degradasi kebahasaan menghadapi kemajuan zaman itu sendiri tidak lagi menjadi kehawatiran dan prospek kerja untuk lulusannya pun akan lebih baik.

 

Pada kenyataannya, bahasa Indonesia dicanangkan utuk menjadi bahasa Internasional. Ini menjadi salah satu bukti, betapa besar peluang orang yang benar-benar menjaga martabat Bahasa Indonesia, khususnya mahasiswa Bahasa Indonesia, untuk mengambil andil di era globalisasi ini. Bidang yang dapat digelutipun cukup banyak, sesuai dengan empat keterampilan berbahasa, mahasiswa bahasa Indonesia dapat mengambil bidang yang melibatkan proses menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Seperti yang dikutip dari Hipwe.com, Mahasiswa bidang bahasa dapat bergelut dalam beberapa bidang setelah lulus dari bangku universitas antara lain:

 

  1. Peluang Kerja Bidang Jurnalistik

 

Ini akan melibatkan kemampuan menulis tentunya. Jika menjadi mahasiswa bahasa yang serius dalam mempelajari keterampilan menulis, salah satu profesi yang dapat kalian geluti adalah menjadi seorang Jurnalis. Dan mungkin kalian perlu tahu tentang prospeknya, ini kenyataannya: Aliansi Jurnalistik Independen (AJI) Jakarta telah melakukan surveri pada sejumlah media di Jakarta tentang gaji yang diterima jurnalisnya. Maka ini dia datanya dalam akumulasi per-bulan, Tempo Rp 2.250 juta, Kontan Rp 2,3 juta, Kompas Rp 3.260 juta, Media Indonesia Rp 2,2 juta, Bisnis Indonesia Rp 4 juta, Republika Rp 2,2 juta, Berita Kota Rp 1,2 juta, Smart FM Rp 1,350 juta, VHR Rp 1,5 juta, KBR 68H Rp 3,2 juta, Trans TV Rp1,7 juta, RCTI Rp 2,5 juta, SCTV Rp 2,150 juta, Metro TV Rp 2,8 juta, Indosiar Rp 2 juta, El Shinta TV Rp 1,7 juta, dan Detik Rp 2,4 juta.

 

  1. Peluang Kerja Bidang Penerjemahan

Yang satu ini jika kalian serius mengasah kemampuan membaca kalian. Selain itu, kemampuan menggunakan bahasa asing juga diperlukan. Kalian bisa menjadi penerjemah tulisan atau penerjemah lisan (Interpreter). Profesi penerjemah bisa membuat kalian berjalan-jalan keluar negri dengan gratis lo. Tidak tergiur?

 

  1. Peluang Kerja Tenaga Pengajar (Guru atau Dosen)

 

Tentu saja kalian bisa jadi guru bahasa indonesia, dosen bahasa Indonesia, atau dosen sastra. Ini profesi klasik yang bisa kalian pilih jika kalian menjadi Mahasiswa bahasa Indonesia atau Mahasiswa bidang sastra.

 

  1. Kementerian Luar Negeri

 

Yang satu ini jika kalian mau memaksimalkan kemampuan berbicara kalian. Bekerja di Kementrian Luar Negri bukan hanya prospek bagi anak-anak Hubungan Internasional. Kalian yang Mahasiswa bahasa Indonesia juga mampu masuk lembaga ini dengan menawarkan kemampuan berbahasa Indonesia kalian untuk menjadi seorang diplomat yang terampil (berbicara).

 

  1. Bidang Bisnis

 

Pada kenyataannya, siapa yang mengatakan Mahasiswa bahasa Indonesia tidak dapat memasuki ranah bisni? Tentunya banyak orang yang mengatakan seperti itu! Ini ironi klasi, tapi tenang, karena sebenarnya Mahasiswa bahasa Indonesia bisa masuk bahkan kedalam prusahaan Multinasinal, semisal masuk bidang HRD atau yang lainnya.

 

  1. Bidang Pariwisata & Perhotelan

 

Jika kalian mengasah kemampuan berbicara kalian, kalian juga dapat menggeluti profesi di bidan Pariwisata dan Perhotelan tentunya.

 

  1. Bekerja di Lembaga Asing

 

Ini jika kalian sebagai Mahasiswa bahasa tertarik untuk menguasai bahasa kedua dengan cukup baik. Kalian bisa mengambil prospek di lembaga-lembaga asing.

 

  1. Entrepreneur

 

Memang ada aturannya seorang entrepreneur itu harus anak ekonomi? Tidak ada! Kalian silahkan menjadi seorang pengusaha, tidak ada larangan untuk itu.

 

  1. Ahli Bahasa

 

Untuk yang satu ini, mungkin kalian butuh pengetahuan lebih. Menjadi seorang ahli bahasa artinya kalian harus meneliti. Ini bisa menjadi salah satu pilihan profesi untuk kalian.

 

  1. Penulis atau Sastrawan

 

Ini adalah profesi yang paling menyenangkan untuk Mahasiswa bahasa Indonesia, dengan asumsi kalian menikmati dan mengasah kemampuan membaca dan menulis kalian.

 

  1. Penulis Blog

 

Jika kalian mengasah kemampuan menulis kalian, salah satunya bisa dengan media blog. Selain untuk mengasah kemampuan, mengawali karir sebagai seorang Blogger adalah salah satu hal yang menawarkan masa depan yang cukup cerah. Hal ini dikarenakan dunia Internet semakin hari berkembang semakin pesat, aliran perekonomian di dunia online semakin besar dan menjanjikan. Apa kalian tahu, beberapa penulis populer Indonesia juga mengawali karirnya dari menulis Blog. Jadi menulis pada blog pada akhirnya bisa menjadi solusi kerja bagi mahasiswa bahasa Indonesia.

 

Sumber: www.si-pedia.com

 

 

 

 

 

 

No Comments

Add your review

Your email address will not be published.