Enter your keyword

post

Belajar Bahasa Indonesia Tidak Hanya Belajar Membuat Kalimat

Belajar Bahasa Indonesia Tidak Hanya Belajar Membuat Kalimat

Mata pelajaran Bahasa Indonesia seringkali dianggap tidak penting bagi banyak siswa karena dianggap mudah, tidak banyak hafalan dan teori, dan tidak terlalu populer bagi kebanyakan siswa (kebanggaannya tidak sebesar ketika menguasai ilmu-ilmu eksak dan ilmu-sosial)

Mata pelajaran Bahasa Indonesia juga seringkali disalahartikan sebagai mata pelajaran yang hanya belajar membuat kalimat, membuat puisi dan pantun, membaca teks drama, dan mencari gagasan. Gagal paham tersebut terjadi karena guru hanya menyampaikan materi sesuai aturan (kurikulum) yang ada. Guru hanya memberikan tautan balik berkaitan dengan materi, tetapi tidak menjelaskan kegunaan dan fungsi tiap materi dalam lingkup yang lebih spesifik.

Bahasa Indonesia lebih dari apa yang orang anggap sebagai “mata pelajaran”. Bahasa Indonesia memiliki semua hal yang dibutuhkan siswa dalam memahami diri, orang lain, dan lingkungannya. Ketika seorang siswa diminta membuat kalimat efektif dengan kaidah penggunaan kata baku dan penerapan sintaksis yang benar (SPOK), siswa tersebut sedang belajar bagaimana membuat sesuatu yang terstruktur. Bahkan ketika dalam sesi membuat dan membaca puisi, secara tidak sadar siswa sedang mengasah kreativitas dan kepekaan seni (kreatif saat membuat puisi, peka saat membacakannya).

 

BAHASA = LOGIKA

Belajar Bahasa sama saja dengan belajar logika. Dalam hal ini bukan logika numerik yang keluarannya membuat seorang anak cerdas logika berpikir kritis, melainkan cerdas logika berpikir sistematis. Kesalahan dalam pemanfaatan bahasa yang ada pada saat ini, yang biasa diistilahkan dengan bahasa “alay”, membuat banyak anak yang lemah dalam berpikir sistematis, sehingga anak-anak sekarang tidak mampu dihadapkan pada masalah-masalah yang rumit, tidak bisa menyaring semua input yang diserapnya, serta lemah dalam penyampaian verbal.

Kecerdasan bahasa dan kecerdasan logika hanya dua dari keseluruhan kecerdasan yang didapat dari belajar Bahasa Indonesia. Cerdas visual didapat dari membaca peta lokasi dan arah mata angin, cerdas musikal didapat dari belajar rima puisi dan pantun serta praktik musikalisasi puisi, cerdas intrapersonal didapat dari materi nilai keteladanan dan keistimewaan tokoh, cerdas kinestetik didapat dari simulasi drama, cerdas naturalis didapat dari bahasan tentang mencintai alam dan lingkungannya, dan cerdas interpersonal didapat dari praktik berpidato dan bercerita.

Putra Anas Prambudi

No Comments

Add your review

Your email address will not be published.